Laman

Senin, 20 Februari 2012

Artis Lidya Pratiwi Masuk Islam Atas Inisiatif Sendiri

Jakarta Sungguh menarik menyibak kehidupan Lidya Pratiwi (19), artis sinetron yang tersandung kasus pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung. Kehidupannya bagaikan cerita di layar kaca. Cantik, muda, sedang naik daun, penuh konflik, uang, kekerasan, cinta dan pencarian pada Tuhan. Untuk yang terakhir, Lidya Pratiwi dikenal sebagai mualaf. Mualaf adalah istilah untuk mereka yang baru saja memeluk agama Islam. Bagaimana seluk beluk Lidya kesengsem menjadi Muslimah? Salah seorang yang mengetahuinya adalah Huttaqi. Dia adalah pengarang buku "Jangan Ditunggu! Isa Bin Maryam Tidak Akan Turun di Akhir Zaman!" Huttaqi meluncurkan karyanya di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pada17 April 2006.

Sejumlah narasumber beken diundangnya, termasuk Lidya Pratiwi. Di undangan, nama Lidya Pratiwi diberi embel-embel Artis Mualaf. "Dia bilang itu (masuk Islam) adalah keinginan dia, bukan keinginan orang lain," ujar Huttaqi pada detikcom, Selasa (16/5/2006) pukul 13.00 WIB. Dalam peluncuran buku Huttaqi, Lidya didaulat menceritakan pengalamannya menjadi seorang mualaf. Dengan mengenakan kerudung warna hijau, Lidya bercerita bahwa keluarganya menyerahkan keputusan menjadi mualaf kepada dirinya sendiri.

Keluarga Lidya memang terbuka dalam masalah ini. "Mereka juga mengetahui soal kepindahan agama Lidya. Setelah pindah agama juga tidak diam-diaman," lanjut Huttaqi. Sebenarnya Lidya juga bercerita dari mana dirinya mengenal Islam dan kemudian belajar mendalaminya. Namun, Huttaqi sudah lupa apa yang diceritakan Lidya. Saat itu perhatiannya terfokus untuk menjawab pertanyaan audiens tentang bukunya. "Judulnya kan kontroversial, jadi pasti banyak pertanyaan," jelasnya.

Lidya hadir sebagai narasumber dalam acara Huttaqi atas usulan panitia penyelenggara. Saat itu Huttaqi memang membutuhkan artis mualaf sebagai ice breaker acara, agar acara tidak menjadi terlalu serius. Pilihan pertamanya adalah Tamara Bleszynski dan Dian Sastro. Tamara ternyata memiliki kesibukan dan panitia tidak mendapatkan akses untuk menghubungi Dian Sastro. Panitia akhirnya mendapatkan Lidya yang bisa mengisi acara. "Pertimbangannya memang akses, saya tidak ada referensi khusus. Siapa pun yang bisa mengisi acara saya, saya setuju," tandas Huttaqi. (detik.com)

20 komentar:

  1. Pada kisah diatas, umumnya karena kurang pemahaman dan bimbingan tentang Kekristenan.

    Bandingkan dengan kisah berikut, umumnya adalah orang yang taat beragama. Please visit
    http://islam-masukkristen.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf ya dengan baca blogspot tersebut justru semakin memperkuat keislaman sy, cz isinya obyektip dan sangat sulit untuk memahaminya bahkan kami menganggap kalau tuhan di kristen berkeluarga, yg jdi masalah org kristen masuk islam itu banyak bgt..
      contohnya :
      1. TRINITAS, tak pernah ada penjelasan secara logika, ktnya bisa di fahami hnya dengan keimanan, padahal di islam sangat masuk akal (logika)..
      2. Yesus di salib, kenapa yesus d salib?, enak amat umatnya yg banyak dosa di ampuni dengan pengorbanan yesus.
      3. Penebusan dosa, dosa di tebus emangnya barang gadean enak amat umat nya itu?...dalam islam itu tak ada penebusan dosa yg ada bertobat taubatan nasuha....
      4. Kitab Suci di Revisi isinya, kata blog tersebut alquran buatan nabi muhammad, kenapa alkitab kristen banyak di revisi denagn adanya perjanjian lama dan baru coba pikir kitab yang yg mana yg buatan manusia??
      dan masih banyak bgt yg menyebabkan umat kristen masuk islam....

      Hapus
    2. Islam : Logika DiAtas Iman
      Kristen : Iman DiAtas Logika

      Hapus
  2. HANYA MUSLIM BODOH YANG MAU MASUK KRISTEN...!!! DAN HANYA NON MUSLIM CERDAS YANG MEMILIH ISLAM. TITIK !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liat ajah Tuh Orang Mualaf Kayak Contoh DiAtas Lidya Pratiwi Sekarang Dia Masih DiPenjara KArena Kasus Pembunuhan Dia DiHukum 10 Tahun dean Satu Contoh Yg #TerpampangNyata lagi Adalah Angelina Sondakh Yg Juga DiPenjara Semua Org Yg Mualaf Dapat Azab Dan Catat Itu Bukan Cobaan Tapi Teguran Yang Nyata titik !!!!!

      Hapus
    2. penjara tu bukan tempat hina buktinya nabi yusuf perna di penjara

      Hapus
    3. Agama mana pun tidak bisa disalahkan, trgantung pribadi org masing2 ooom. Tuhan akhirnya menghukum manusia tsb. Bukan azab!! Kbtulan aja tuh momennya mualaf. Buktinya bykk tmn2 aq yg kristen msk islam ada jg pendeta. Mrk lebih kusyuk 'n lebih getol mnjlnkan ibadah. Berhenti minum2, dll. سُبْحَانَ اللّهُ..

      Hapus
  3. Selamat Butet Lydia, pilahan anda tepat karena hanya islamlah agama yang di turunkan Tuhan penguasa langit dan bumi....!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau Lidya masuk agama apapun, tidak dapat mengembalikan lagi almarhum Naek kpd keluarga & dunia. Semua membahas ketepatan Lidya menjadi mualaf, namun tak ada yg membahas kenangan almarhum semasa hidupnya pdhal almarhum tak pernah menginginkan dibunuh, dia punya hak hidup seperti yg lain sehingga bisa mengetik komentar di sini jg.

      Hapus
  4. Mungkin tidak ada ustadz, ustadzah, alim ulama yg masuk kristen (Nasrani), tp ada pendeta, pastor, suster, biarawati yg masuk Islam (InsyAlloh banyak dan semakin banyak yg mendapat Hidayah-Nya). Amiin :)

    BalasHapus
  5. lebih baik mantan preman daripada mantan ustadz (segoblok2'e uwong iku)!,

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. dapat semua yang allah kasih...dengan penuh rasa syukur...alam dan isinya..hanya milik allah..insyaALLAH..DAPAT NIKMAT DUNIA AKHIRAT..

      Hapus
    2. ada bukti dan saksi gak yg udah dapat nikmat di akhirat? aku mau ngobrol sama mereka

      Hapus
    3. Kalau itu harus meninggal dulu. Mau? Yang jelas, janji Allah tidak akan ingkar.

      Hapus
  7. tapi kayaknya lidia pernah rayain natal sama sheilla marcia...kayaknya muslim2an...
    tapi semoga semua umat manusia segera di beri hidayah untuk masuk islam..amien..

    BalasHapus
  8. Mudah2an dy masuk islamnya bneran

    BalasHapus
  9. Klw yesus msh hdup...gw org yg prtama ngajak duel...pingn gw injek2 mukanya

    BalasHapus
  10. Hidup di negara Indonesia harus bisa saling menghargai dan bisa menciptakan toleransi antar umat beragama. Junjung tinggi Pancasila, hidupi Bhineka Tunggal Ika

    BalasHapus